Manfaat Buah Alpukat untuk Bayi

Manfaat Buah Alpukat untuk Bayi – Dalam masa pertumbuhan bayi, patsi banyak memerlukan asupan gizi yang seimbang. Bukan hanya makanan, bayi juga mmebutuhkan buah untuk pertumbuhannya. Berikut ini adalah manfaat alpukat untuk kesehatan

 

Melancarkan pencernaan

Manfaat pertama dari buah alpukat untuk bayi dapat membantu melancarkan pencernaannya. Tentu saja, ini berkat tingginya kandungan serat yang ada di dalam buah alpukat. Memberikan alpukat akan membantu mencegah sembelit, dan berbagai macam masalah pencernaan lain yang kerap menyerang si kecil.

Manfaat Buah Alpukat untuk Bayi

Mengoptimalkan perkembangan otak

Tidak hanya tinggi kandungan serat, buah alpukat juga mengandung asam lemak omega-3. Kandungan tersebut yang menyumbang manfaat tidak kalah menarik, yaitu mengoptimalkan perkembangan otak bayi.

Mengutip dari laman Alodokter, ada penelitian yang menyebutkan; apabila si kecil dapat memenuhi kebutuhan omega-3 dan kolin, nantinya akan membuat mereka cerdas dan memiliki daya pikir yang baik di masa depan nanti.

 

Mencegah anemia

Masalah anemia bisa menyerang siapa saja, lho, termasuk pada bayi. Padahal, masalah anemia ini bahaya banget, dampak buruknya bisa menyebabkan terhambatnya tumbuh kembang si Kecil. Bahaya banget, kan?

Makanya, penting banget memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil, termasuk zat besi agar bebas anemia. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memberi alpukat pada MPASI bayi.

Hal ini berkat adanya kandungan zat besi, folat, dan nutrisi pada buah alpukat yang berperan dalam produksi sel darah merah pada si Kecil.

Baca Juga :Inilah Manfaat Wortel Untuk Kesehatan Bayi

 

Sebagai antioksidan

Menjaga sistem kekebalan tubuh adalah hal penting agar si Kecil dapat terus sehat dan tumbuh kembangnya lebih optimal. Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi, salah satu buah alpukat.

Buah alpukat mengandung antioksidan yang akan melindungi tubuh dari radikal bebas. Seperti yang Mama tahu, radikal bebas dapat merusak jaringan dan sel tubuh kita. Selain itu, antioksidan juga akan meminimalisir risiko masalah peradangan dan iritasi pada si Kecil, lho!

 

Mengoptimalkan tumbuh kembang bayi

Satu manfaat penting buah alpukat adalah membantu meningkatkan tumbuh kembang bayi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, buah alpukat memang dikenal kaya nutrisi yang memiliki segudang manfaat untuk bayi.

Sebut saja karbohidrat, protein, antioksidan, serta berbagai macam kandungan vitamin dan mineral di dalamnya. Tidak heran kalau buah alpukat kerap dijadikan salah satu makanan terbaik untuk MPASI bayi, bukan?

Perhatikan 8 Hal Penting Ini Sebelum Memilih Makanan Untuk Balita

bayi

Perhatikan 8 Hal Penting Ini Sebelum Memilih Makanan Untuk Balita – ASI memang makanan yang paling aman untuk bayi. Namun saat sudah usia balita, anak perlu diperkenalkan makanan bernutrisi lain. Memilih makanan anak bawah lima tahun (balita) harus cermat. Pilihlah makanan bernutrisi yang penting guna menunjang tumbuh kembangnya. Dikutip dari News 18 (16/10), Ketua Labelblind bernama Rashida Vapiwala memberi saran soal makanan apa yang harus diberikan pada balita. Delapan hal ini patut Anda perhatikan.

makanan bayi

1. Tidak menambahkan warna & rasa
Pewarna dan perasa tambahan adalah hal yang tidak boleh dimasukkan dalam makanan balita. Bahkan pewarna alami dan penyedap alami sebaiknya tidak digunakan. Sebelum membelikan anak Anda makanan, cek dulu bahan yang dipakai.

 

2. Konsistensi
Sebaiknya hindari pemberian jus. Pilih produk makanan dengan konsistensi yang lebih kental seperti puree buah dan sayuran atau bubur sereal. Hal ini untuk memastikan adanya kandungan serat dalam makanan dan mengurangi gula tambahan yang berasal dari jus buah.

 

3. Daftar bahan
Semakin pendek daftar bahan makanan, justru semakin baik. Makanan sederhana dengan satu atau dua bahan paling cocok untuk balita. Ini untuk mengidentifikasi apakah anak Anda memiliki reaksi alergi terhadap bahan yang sedang ia konsumsi. Produk kompleks dengan daftar bahan yang panjang tidak akan membantu Anda dalam mengetahui potensi terkena alergi.

 

4. Alergen
Baca label untuk memeriksa apakah produk tersebut memiliki bahan yang mengandung dan mengakibatkan alergi pada Anak anda.

 

5. Lewati gula dan garam
Disarankan agar Anda menghindari produk dengan tambahan garam dan gula. Ingatlah bahwa gula sering kali disamarkan pada label sebagai jus tebu organik, fruktosa, maple, dan sirup jagung.

Makanan yang mengandung gula meningkatkan risiko anak terhadap obesitas, karies gigi, perut kembung, dan lainnya. Selain itu, anak Anda sudah mendapatkan kebutuhan natrium hariannya dari ASI, serta makanan pelengkap berbasis sayuran dan sereal lainnya. Jadi hindari makanan dengan tambahan garam dan gula.

 

Baca Juga : Menu Makanan Balita Agar Makin Lahap

6. Berikan Sayuran
Sayuran adalah ide yang baik untuk memperkenalkannya kepada anak Anda sejak usia dini. Makanan balita sekarang datang dengan kandungan sayuran yang lebih tinggi, bukan buah biasa. Ini meningkatkan kandungan vitamin dan mineral, mengurangi asupan fruktosa, dan membiasakan anak-anak dengan rasa sayuran.

 

7. Pentingnya Nutrisi
Anak-anak memerlukan nutrisi tertentu untuk pertumbuhan organ tertentu seperti otak, atau pengembangan fungsi tertentu seperti kekebalan. Cari produk yang diperkaya dengan nutrisi penting seperti omega-3, zat besi, kalsium, vitamin D, vitamin B12, dan lainynya.

 

8. Organik
Bahan organik adalah pilihan yang baik untuk mencegah anak-anak Anda terpapar pestisida dan herbisida. Tetapi ingat, bahkan ketika diberi label “organik”, suatu produk mungkin masih sarat dengan gula dan garam, dan harus diperiksa terlebih dahulu.

Menu Makanan Balita Agar Makin Lahap

Menu Makanan Balita Agar Makin Lahap

Menu Makanan Balita Agar Makin Lahap – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut menu makanan balita agar makin lahap.

Mulai usia dua tahun, anak balita mulai menjadi pemilih makanan yang ulung. Terkadang menu yang sama tidak ingin disantapnya lebih dari tiga kali. Namun kalau sedang mood di satu menu, bisa diulang sampai satu minggu penuh. Sebagai inspirasi, berikut pilihan menu makanan balita usia 2-5 tahun untuk variasi menu di rumah.
Berbagai menu makanan balita usia 1-5 tahun
Berbeda dengan saat bayi atau masa mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), di usia 1 tahun ke atas variasi menu si kecil sudah semakin bertambah karena sudah bisa makan makanan keluarga.
Meski semakin memudahkan Anda dalam memasak, menunya harus semakin bervariasi karena anak mudah bosan.
Belum lagi kalau si kecil cenderung picky eater, tantangan Anda semakin banyak dalam memasak. Berikut menu makanan balita usia 1-5 tahun yang bisa dicoba.
Menu makanan balita usia 1 tahun
Anak usia 1 tahun, sudah bisa menyantap makanan keluarga karena ia sudah lebih mahir untuk mengunyah berbagai macam makanan padat.
Ini karena jumlah gigi anak yang tumbuh biasanya sudah jauh lebih banyak sehingga memudahkannya saat mengunyah.
Anak 1 tahun atau 12 bulan ini membutuhkan sekitar 1125 kalori per hari. Selain memberikan makanan utama, bisa dilengkapi dengan menyajikan makanan selingan atau camilan agar kebutuhan kalori tersebut terpenuhi.
Berikut contoh resep menu makanan bayi 1 tahun sesuai gizi anak:

Semur hati ayam

Makanan balita yang satu ini tinggi zat besi dan bisa menambah nutrisi pada balita usia 1 tahun. Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram hati ayam mengandung 15,8 gram zat besi dan 261 kalori.
Bahan-bahan:
    1 pasang hati ayam
    1 siung bawang merah
    1 siung bawang putih
    1 biji kemiri
    1 sdt ketumbar
    1 lembar daun salam
    2 butir cengkeh
    1 sdm kaldu bubuk
    2 sdm kecap manis
    1 sdm gula merah
    200 ml air
Cara membuat
  • Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, dan ketumbar.
  • Tumis bumbu tersebut sampai wangi, lalu masukkan daun salam dan beri air.
  • Masukkan hati ayam dengan cengkeh, kaldu bubuk, kecap manis, dan gula merah.
  • Tunggu sampai matang dan air berkurang. Cicipi untuk memeriksa rasa.
  • Hidangkan selagi hangat dengan nasi.

Sup ayam

Resep makanan balita ini bisa dijadikan sebagai menu sarapan, makan siang, atau ketika ia sedang sakit. Makan makanan berkuah akan membuat tenggorokannya lebih segar. Berikut bahan-bahan sup ayam:
Bahan-bahan
    1 sendok makan minyak kelapa
    1 buah bawang bombay yang sudah diiris
    1 buah seledri
    2 buah wortel
    500 ml kaldu ayam
    ½ gelas beras merah atau putih (pilih sesuai selera)
    200 gram ayam paha yang sudah dipotong
Cara membuat
  • Siapkan panci di atas kompor, nyalakan dengan api sedang lalu masukkan minyak kelapa ke dalamnya.
  • Setelah panas, tumis bawang bombay, seledri, dan wortel selama 10-15 menit.
  • Tambahkan kaldu ayam, lalu panaskan sampai mendidih.
  • Kecilkan api, lalu masukkan beras ke dalam panci dan masak bersama kaldu hingga menjadi nasi. Proses ini memakan waktu sekitar 40 menit, sesekali aduk agar nasi matang sempurna
  • Setelah setengah matang, tambahkan ayam dan aduk sampai matang seluruhnya.
  • Sajikan selagi hangat.

Es loli alpukat

Menu makanan balita yang satu ini tentu disukai oleh anak balita karena rasanya yang segar. Sesekali memberikan es pada si kecil tidak ada salahnya sebagai makanan selingan untuk anak sesuai dengan jadwal makan balita.
Berikut resep es loli untuk balita usia 2 tahun:
Bahan-bahan
    1 buah alpukat
    250 ml air putih
    2 sendok teh perasan lemon
    500 ml yoghurt atau susu (bisa disesuaikan dengan selera anak)
Cara membuat
  • Lumatkan alpukat, air putih, dan lemon dengan menggunakan blender.
  • Setelah itu, campurkan dengan yoghurt lalu aduk sampai merata.
  • Masukkan bahan es ke dalam cetakan stik es dan simpan di dalam freezer selama 3 jam.
  • Saat akan dilepaskan dari cetakan es, siram bagian luar cetakan dengan air panas agar memudahkan es untuk dikeluarkan.
  • Sajikan selagi dingin.

Makanan Pendamping ASI  untuk Balita

Makanan Pendamping ASI  untuk Balita

Makanan Pendamping ASI  untuk Balita – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut makanan pendamping asi untuk balita.

Makanan pendamping air susu ibu atau yang sering disingkat menjadi MPASI umumnya diberikan pada bayi yang sudah berusia kurang lebih 6 bulan.

Namun, pemberian ASI baiknya memang tetap dilakukan hingga buah hati menginjak usia 2 tahun. Pemberian MPASI nggak hanya sebagai media mengenalkan makanan padat kepada si kecil tapi juga untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembangnya.

Maka dari itu, pemilihan MPASI sangatlah penting bagi Bunda untuk memastikan nutrisi si kecil terpenuhi dan juga makanan mampu diterima oleh sistem pencernaan si kecil dengan baik. Berikut adalah berbagai bahan makanan pendamping ASI yang bisa jadi pilihan Bunda sebagai MPASI.
Bubur Sayuran: Brokoli & Buncis

Bubur sayuran adalah bubur yang terbuat dari sayuran yang ditumbuk hingga benar-benar halus. Tidak ada bahan tambahan pada bubur sayuran selain sayuran itu sendiri.

Bubur sayuran kaya akan vitamin, protein nabati, dan juga antioksidan. Untuk Bunda yang ingin mencoba membuat MPASI Sehat dari sayuran, berikut beberapa resep bubur sayur praktis yang bisa dicoba:

1. Resep Bubur Brokoli & Buncis

Brokoli dan buncis sendiri merupakan pilihan sehat untuk dijadikan MPASI. Simak resep MPASI bubur sayuran berikut:

Bahan-bahan:

50 gram Brokoli
50 gram Buncis
1/4 buah Apel (bisa diganti menjadi buah pir)

Cara membuat:

Setelah semua bahan dibersihkan, kukus semua bahan selama hingga setengah matang.
Cacah halus semua bahan dan blender hingga lunak.
Tambahkan sedikit air dan rebus kembali bubur sayuran hingga matang.
Dinginkan bubur sayuran, dan MPASI sehat bubur sayur siap disajikan.

2. Bubur Wortel & Labu

Alternatif bubur sayuran untuk MPASI sehat selanjutnya adalah bubur wortel dan labu. Wortel terkenal akan vitamin A dan Labu kaya akan mineral dan serat menjadikan kombinasi kedua bahan ini cocok dijadikan menu makanan pendamping ASI yang sehat untuk si kecil.

Bahan-bahan:

1 buah wortel berukuran sedang
50 gram labu kuning
2 buah biskuit susu
100 ml air (bisa digantikan ASI)

Cara membuat:

Bersihkan dan potong dadu wortel serta labu.
Kukus wortel dan labu hingga setengah matang.
Blender wortel, labu, biskuit susu, dan juga air hingga semua bahan halus.
Masak kembali bahan hingga matang, tiriskan, dan MPASI sehat siap disajikan.

Bubur Buah

Selain sayur, manfaat dari protein nabati serta vitamin bisa juga Bunda temukan lewat buah-buahan. Sama seperti bubur sayuran, membuat bubur buah-buahan sebagai MPASI cukup dengan menumbuk buah hingga halus.

Apel, pir, pisang, pepaya, blueberry adalah buah-buahan yang bisa jadi pilihan sebagai MPASI untuk si kecil. Simak beberapa alternatif resep bubur buah untuk MPASI sehat berikut:
3. Bubur Apel & Pir

Bahan-bahan:

50 gram apel
50 gram pir
50 ml perasan air jeruk manis
50 ml air (bisa digantikan ASI)

Cara membuat:

Setelah dibersihkan, potong buah apel dan pir seukuran dadu.
Blender buah apel dan pir bersama air jeruk hingga halus.
Saring kembali bubur buah hingga tak ada potongan buah yang masih besar.
Campurkan bubur buah dengan air atau ASI dan diaduk hingga rata.
Bubur buah siap disajikan untuk buah hati

4. Bubur Pisang

Bahan-bahan:

50 gram pisang Ambon
1/4 buah Apel
25 gram buah Pepaya
25 gram buah Semangka
1 sendok teh plain yoghurt

Cara membuat:

Setelah semua bahan buah dipotong, blender buah hingga halus.
Tambahkan yoghurt dan blender kembali bubur buah hingga rata.
Bubur buah siap disajikan sebagai MPASI sehat untuk si kecil.

Makanan Sehat Untuk Perkembangan Tubuh

Makanan Sehat Untuk Perkembangan Tubuh

Makanan Sehat Untuk Perkembangan Tubuh – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut mengenai makanan sehat untuk perkembangan tubuh anak. Usia balita memang bisa dibilang usia emas pertumbuhan anak. Sehingga, pada masa itu, orangtua harus semaksimal mungkin memfasilitasi perkembangannya, termasuk dengan memilih jenis makanan balita yang sehat.Jenis makanan balita yang baik untuk pertumbuhannya
Berikut ini jenis makanan balita yang sehat untuk Anda masukkan ke dalam menu hariannya.
Telur bisa menjadi pilihan makanan balita yang sehat
Telur bisa jadi pilihan makanan balita yang sehat

1. Telur
Telur merupakan makanan yang memiliki protein dan nutrisi lengkap yang baik untuk perkembangan anak. Makanan ini juga akan membantu meningkatkan konsentrasi. Tidak hanya itu, mengonsumsi telur juga ternyata baik untuk kesehatan mata karena mengandung karoten, lutein, dan zeaxanthin.

2. Sayuran hijau
Sayuran hijau kaya akan folat dan vitamin yang akan menurunkan risiko anak mengalami demensia di kemudian hari. Selain itu, sayuran hijau juga mengandung antioksidan dan membantu pertumbuhan sel-sel otak.

3. Buah
Sebagian besar buah mengandung serat dan nutrisi penting seperti kalium, vitamin A dan vitamin C. Jadikan buah sebagai camilan sehat untuk anak. Pisang, apel, pir, anggur, dan peach adalah contoh buah yang mudah dijadikan snack sehat untuk sehari-hari.

4. Yogurt
Yogurt bisa dijadikan pilihan sehat untuk makanan balita. Sebab, produk fermentasi susu ini merupakan sumber protein dan kalsium yang dibutuhkan untuk perkembangan tulang anak. Beberapa jenis yogurt juga mengandung bakteri baik untuk saluran pencernaan. Meski begitu, jangan sembarangan membeli yogurt. Sebab, banyak produk yogurt yang mengandung banyak gula, sehingga manfaatnya justru tertutupi. Untuk anak, pilihlah yogurt yang tawar dan jika ingin pemanis, tambahkan madu sebagai perasa.

5. Ikan
Salah satu jenis makanan balita yang sehat adalah ikan. Sebab, ikan mengandung vitamin D dan omega-3 yang akan melindungi otak dari gangguan daya ingat dan mental. Contoh ikan yang baik dikonsumsi balita adalah salmon, tuna, dan sarden.

 

Baca Juga:Makanan Mencerdaskan Anak

 

6. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Kacang dan biji-bijian merupakan makanan yang kaya akan protein, asam lemak esensial, vitamin, dan mineral. Selain itu, kedua makanan ini juga baik untuk sistem saraf.Meski begitu, Anda tetap harus memperhatikan cara menyajikannya untuk anak. Jangan menyajikannya secara utuh, karena berisiko membuat anak tersedak. Sebaiknya. Olahlah menjadi bubur, selai atau saus.

7. Oatmeal
Oatmeal bisa menjadi menu sarapan sehat untuk anak. Makanan ini juga bisa diolah sebagai camilan menyehatkan yang lezat. Oatmeal baik untuk makanan balita karena tinggi akan serat, sehingga baik untuk pencernaan. Anda juga bisa mengolah oatmeal dengan susu, agar anak mendapatkan tambahan protein dan kalsium dari makanannya.

Makanan Mencerdaskan Anak

Makanan Mencerdaskan Anak

Makanan Mencerdaskan Anak – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang jenis-jenis makanan yang dianjurkan untuk anak agar menambah kecerdasan anak.

Masa pertumbuhan dari bayi hingga remaja merupakan waktu yang paling tepat untuk merangsang perkembangan anak, termasuk juga perkembangan kecerdasan otaknya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak, mulai dari faktor keturunan, lingkungan dan pastinya asupan makanan yang ia peroleh.

Jika Bunda ingin si kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas, penting untuk memperhatikan asupan makanan untuk mendukung tumbuh kembang otak dan kecerdasan anak.

Berikut makanan-makanan terbaik yang bisa merangsang perkembangan dan kecerdasan otak anak.

 

1. Susu dan Produk Turunannya

Susu baik itu ASI maupu susu formula merupakan minuman sehat yang kaya akan sumber nutrisi seperti protein, kalsium, kalium, vitamin B dan D yang berperan sebagai nutrisi penting yang berperan dalam pertumbungan jaringan otak, neurotransmitter dan juga enzim.

Anak-anak, mulai dari bayi hingga usia remaja yang sedang dalam proses pertumbuhan sangat membutuhkan manfaat susu.

Selain dikonsumsi dalam bentuk susu, Bunda juga bisa memberikan manfaat susu kepada buah hati Bunda dalam bentuk lain seperti yogurt dan keju.

2. Buah Beri

Buah-buahan jenis beri seperti strawberry, raspberry, blueberry dan sebagainya mengandung banyak nutrisi yang penting untuk perkembangan otak.

Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa strawberry dan blueberry dapat memperbaiki fungsi daya ingat otak, sehingga dapat meningkatkan kemampuan daya ingat si kecil.

Tidak hanya daging buahnya saja yang bermanfaat, biji buah beri ternyata juga mengandung asam lemak omega 3 yang selama ini sudah dikenal sebagai salah satu nutrisi yang berperan dalam perkambangan kecerdasan anak.

Selain itu, antioksidan dan vitamin C yang terkandung di dalamnya, juga dapat mengurangi stres serta berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit yang berbahaya seperti kanker.

Baca Juga :MPASI yang Cocok dikonsumsi Bayi Diare

3. Telur

Telur merupakan sumber protein yang paling mudah di dapatkan dan mudah diolah. Selain harganya yang murah, telur juga dapat divariasikan menjadi berbagai makanan yang menarik untuk si kecil.

Kuning telur diketahui mengandung kolin yang dapat membantu perkembangan otak, terutama perkembangan fungsi memori atau daya ingat.

Zat ini akan meningkatkan produksi sel induk memori di otak, dan juga membuat anak tidak mudah lelah.

Namun konsumsi telur juga tidak boleh terlalu berlebihan, usahakan cukup berikan satu butir telur kepada si kecil setiap harinya.

Karena kuning telur juga mengandung kolesterol yang tidak baik bagi kesehatan si kecil jika dikonsumsi secara berlebihan.

4. Kacang

Jika si kecil suka ngemil, berikanlah ia cemilan yang sehat seperti kacang-kacangan. Kacang merupakan salah satu makanan yang kaya akan vitamin E dan antioksidan yang dapat berperan sebagai pelindung sel-sel otak terhadap radikal bebas.

Selain baik untuk kemampuan berpikir, kacang juga bisa menjadi sumber energi yang baik karena kandungan vitamin E dan thiamin di dalamnya dapat mengubah glukosa menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bahkan dari salah satu penelitian, diketahui bahwa kacang merah mengandung banyak asam lemak omega 3, khususnya ALA yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak.

MPASI yang Cocok dikonsumsi Bayi Diare

MPASI yang Cocok dikonsumsi Bayi Diare

MPASI yang Cocok dikonsumsi Bayi Diare – Berikut ini merupakan artikel yang memberikan informasi tentang MPASI yang cocok untuk dikonsumsi bagi bayi yang sedang mengalami diare yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

Melihat Si Kecil yang sedang diare sudah pasti membuat Moms sedih dan bingung. Terutama ketika harus memasak MPASI untuk buah hati. Kalau sampai salah pilih, bisa jadi diarenya justru semakin memburuk.

Tidak perlu bingung Moms, sebenarnya makanan terbaik untuk membantu bayi 6-12 bulan yang sedang diare cukup makanan yang mudah dicerna dan kaya kandungan nutrisi.

Nah, di bawah ini adalah beberapa jenis makanan yang bisa Moms gunakan dalam menyajikan MPASI saat bayi diare!

Baca Juga: Apa Obat untuk Mengatasi Diare Pada Bayi Usia 9 Bulan?

1. BRAT (pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang)

Dikutip dari Wholesome Babyfood, menurut para ahli gizi, makanan yang tercantum dalam diet BRAT, yakni pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang adalah makanan yang akan membantu pengerasan tinja.

Sehingga sangat membantu mengatasi diarenya dengan lebih cepat. Selain itu, pisang dan nasi bisa sangat mudah dicerna oleh saluran pencernaan bayi.

Mulailah dengan memberikannya dua kali sehari dan amati reaksi tubuh bayi. Jika diarenya terlihat memburuk, jangan berikan lagi dan segera bawa ia ke dokter.

 

2. Sup Sayuran

Beberapa jenis diare pada bayi hanya berkurang ketika infeksinya sudah mereda. Sehingga yang perlu Moms lakukan hingga saat itu adalah menjaga agar kebutuhan energi dan cairan Si Kecil selalu tercukupi.

Makanan yang baik saat bayi diare adalah sup atau puree sayuran sederhana. Sayuran yang direkomendasikan sebagai MPASI saat diare adalah wortel dan kacang buncis.

Baca Juga :Makanan yang dapat Membantu Perkembangan Otak Anak

3. MPASI Rendah Serat

Makanan seperti mie atau pasta, white bread, keju cottage, buah-buahan kering kemasan kaleng, kacang hijau, pretzel, dan daging tanpa lemak seperti daging ayam, kalkun, atau sapi juga baik dimasak sebagai MPASI saat bayi diare.

Seperti yang telah diketahui, makanan rendah serat sangat bagus untuk membantu mengatasi diare karena lebih mudah dicerna dan bisa mengurangi kinerja saluran pencernaan yang sedang terinfeksi.

 

4. Yogurt

Apakah pernah terpikir oleh Moms untuk memberikan yogurt pada bayi diare?

“Probiotik yang ditemukan dalam yogurt dapat membantu memulihkan bakteri baik di dalam saluran pencernaan,” kata Shaista Safder, M.D., ahli gastroenterologi pediatri di Arnold Palmer Hospital for Children di Orlando, seperti dikutip dari Parents.com.

Bukan hanya itu, bakteri baik di dalam yogurt juga terbukti efektif dalam mengurangi durasi dan keparahan diare.

Terlebih lagi yogurt juga memiliki konsistensi yang baik bagi bayi mulai usia 6 bulan yang baru mulai makan makanan pendamping ASI.

Makanan yang dapat Membantu Perkembangan Otak Anak

Makanan yang dapat Membantu Perkembangan Otak Anak – Setiap orang tua pasti ingin memilliki anak yang unggul dan berprestasi di sekolah maupun diluar sekolah. Mulai sekarang, perhatikan pola makan mereka sehari-hari. Cukupilah kebutuhan gizi dengan baik, demi mendukung aktivitas mereka yang padat. Para ahli nutrisi menganjurkan, para orang tua sebaiknya memilih beberapa jenis makanan bergizi yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan otak mereka. Beberapa jenis makanan diketahui dapat mendukung perkembangan otak di usia pertumbuhan, selain juga dapat memperbaiki fungsi, daya ingat serta konsentrasi. Menurut Bethany Thayer, seorang pakar nutrisi dari Detroit yang juga jurubicara American Dietetic Association (ADA), otak adalah salah satu organ yang “sangat kelaparan”. Otak adalah organ pertama dari tubuh yang menyerap nutrisi dari makanan yang kita santap sehari-hari. Untuk itulah, penting artinya memberikan asupan nutrisi yang tepat kepada anak-anak. Upaya ini akan sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak mereka agar maksimal.

Berikut adalah 9 jenis makanan yang direkomenfasikan para ahli untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak anak :

1. Ikan

Para ahli menyarankan untuk memilih ikan yang mengandung asam lemak yang bermanfaat seperti salmon. Ikan ini merupakan sumber terbaik asam lemak omega 3 yang penting untuk fungsi dan pertumbuhan otak anak. Faktanya, beberapa studi juga membuktikan, mereka yang gemar menyantap ikan yang mengandung omega 3 memiliki pikiran yang tajam dan mencatat hasil yang baik dalam tes kemampuan mental.

2. Telur

Jenis makanan ini sangat mudah dan murah, tetapi sangat bergizi. Telur merupakan sumber protein. Kuning telur yang berada di dalamnya mengandung kolin yang berkhasiat membantu perkembangan otak. Biasakan secara rutin memberikan sarapan atau makan malam yang sehat dengan menu yang terbuat dari telur.

3. Selai kacang

Kacang adalah makanan yang kaya akan vitamin E dan juga antioksidan yang dapat melindungi membran sel – sel otak terhadap radikal bebas terutama kacang macadamia dan almond. Untuk hasil terbaik, pilihlah selai kacang yang rendah gula dan natrium.

4. Sayuran bewarna

Tomat, wortel, bayam atau labu adalah makanan yang kaya antioksidan. Makanan ini dipercaya dapat membantu mempertahankan kekuatan dan kesehatan membran sel. Semakin segar dan cerah warna sayuran, makin tinggi kandungan antioksidannya. Beberapa sayuran juga memiliki manfaat mencegah kanker.

5. Oat/Oatmeal

Oat ini adalah salah satu bahan yang terkandung dalam sereal yang digemari anak-anak. Makanan ini mengandung karbohidrat yang secara bertahap akan diserap oleh otak anak selama proses belajar di sekolah. Oat juga merupakan sumber yang baik untuk vitamin E, B, potasium dan zinc yang membantu tubuh dan otak untuk bekerja secara optimal.

6. Buah

Memberi Buah seperti stroberi, blueberi dan blackberi kaya akan zat antioksidan seperti vitamin C . Sejumlah studi menunjukan bahwa buah beri dapat memperbaiki daya ingat.

Baca juga: Tips Membentuk Pola Makan Balita 

7. Kacang hijau

Makanan ini adalah salah satu yang sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh anak-anak mengingat nutrisinya yang sangat lengkap. Selain tinggi kadar protein dan karbohidrat kompleks, kacang hijau juga memiliki kandungan vitamin C, asam folat, zat besi, zinc, potassium, magnesium, tembaga, mangan, fosfor dan thiamin yang semuanya penting bagi tubun dan perkembangan otak.

8. Susu dan yogurt

Produk susu termasuk di dalamnya yogurt adalah makanan yang kaya protein, vitamin D dan vitamin B yang berperan penting dalam pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim. Yogurt merupakan makanan yang semi padat sehingga lebih mudah dicerna dalam proses metabolisme tubuh. Penelitian terbaru juga menunjukkan, anak-anak dan remaja memerlukan vitamin D 10 kali lebih banyak dari yang direkomendasikan. Vitamin D berguna untuk memelihara siklus hidup sel serta fungsi saraf dan otot.

9. Daging sapi bebas lemak

Makanan ini adalah sumber zat besi yang dapat membantu membuat anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolah. Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber terbaik zat besi karena mudah diserap oleh tubuh. Faktanya, satu ons daging sapi setiap hari membantu tubuh menyerap zat ebsi dari sumber makanan lainnya. Daging sapi juga mengandung zinc yang membantu memelihara daya ingat.

Asupan Gandum Untuk Bayi Boleh Atau Tidak

Asupan-Gandum-Untuk-Bayi-Boleh-Atau-Tidak

resepmakananbalita – Mengkonsumsi Biji gandum atau oat memang merupakan salah satu sumber makanan sehat untuk kita. Namun, apakah gandum juga sehat untuk bayi?

Makanan kaya serat memang sangat baik untuk pencernaan, dan ada banyak pilihan makanan berserat yang bisa Anda konsumsi, salah satu di antaranya adalah gandum. Tetapi, apakah makanan ini akan memberikan manfaat jika dikonsumsi oleh bayi Anda? Untuk itu, kami telah mencari tahu jawabannya khusus untuk Anda. Kami telah mewawancarai dr. Ariantana, Sp.A dari Santosa Bandung International Hospital. Simak jawaban sang pakar tentang isu penting ini yuk, Moms.

Harus Mewaspadai Alergi

Menurut dr. Ariantana, pada prinsipnya, bayi boleh-boleh saja diberi gandum, tetapi hal ini harus dimulai setelah ia mengenal makanan cair pertamanya atau MPASI, karena bubur saring atau puree adalah makanan pertama yang paling baik untuk bayi.

Gandum bermanfaat karena mengandung kalori yang baik dan serat yang tinggi. Gandum juga mudah larut di dalam tubuh dan kandungan seratnya baik untuk mengatasi konstipasi atau sembelit.

Namun ada juga dampak negatif pemberian gandum pada bayi lho, Moms. Zat protein di dalam oat dapat menimbulkan reaksi alergi pada tubuh bayi yang sensitif. Biasanya ini terjadi pada bayi yang keluarganya mempunyai riwayat alergi, khususnya protein. Jadi, untuk mengurangi reaksi alergi dan menyesuaikan makanan dengan kemampuan penyerapan usus bayi, waktu paling baik untuk mulai memberikan gandum pada bayi adalah di atas usia 6 bulan.

Baca Juga :Beberapa Resep Makanan Yang Bergizi Untuk Balita

Hanya Boleh untuk Alternatif

Secara tekstur dan fungsi, gandum juga bisa mempunyai kegunaan yang sama seperti bubur susu atau bubur saring saat bayi belajar makan MPASI, yaitu membantu bayi belajar mengunyah dan menelan. Bayi yang cenderung sering mengalami konstipasi juga boleh diberi gandum untuk membantu melancarkan pencernaannya.

Gandum khusus untuk bayi di Indonesia mungkin belum ada, tetapi jika ingin mencoba, Anda bisa membuatnya sendiri, misalnya dari havermut. Namun perlu diingat, sebaiknya gandum Anda jadikan alternatif makanan saja untuk Si Kecil, sebagai variasi menu agar ia tidak bosan. Jangan jadikan gandum sebagai makanan pokok bayi Anda. Dan yang juga penting, masaklah gandum sehalus mungkin, sesuai dengan kemampuan makan Si Kecil.

Makanan Balita yang Sehat agar Si Kecil Tumbuh Cerdas

Makanan-Balita-yang-Sehat-agar-Si-Kecil-Tumbuh-Cerdas

resepmakananbalitaUsia balita memang bisa dibilang usia emas pertumbuhan anak. Sehingga, pada masa itu, orangtua harus semaksimal mungkin memfasilitasi perkembangannya, termasuk dengan memilih jenis makanan balita yang sehat. Selama ini, mungkin kita terbiasa mendengar celetukan, “Yang penting makan nasi” atau “Yang penting ada yang masuk mulut”.

Memang, nafsu makan balita seringkali tidak bisa diprediksi. Ketika anak susah makan, orangtua menjadi menjadi kebingungan dan kesulitan dalam memberinya makanan sehat.Meski begitu, orangtua tetap harus berusaha menyajikan makanan balita yang sehat untuk Si Kecil. Sebab, inilah cara utama agar anak mendapatkan berbagai nutrisi yang dibutuhkannya agar bisa tumbuh menjadi anak yang sehat juga cerdas.
Jenis makanan balita yang baik untuk pertumbuhannya
Berikut ini jenis makanan balita yang sehat untuk Anda masukkan ke dalam menu hariannya.
1. Telur
Telur merupakan makanan yang memiliki protein dan nutrisi lengkap yang baik untuk perkembangan anak. Makanan ini juga akan membantu meningkatkan konsentrasi. Tidak hanya itu, mengonsumsi telur juga ternyata baik untuk kesehatan mata karena mengandung karoten, lutein, dan zeaxanthin.
2. Sayuran hijau
Sayuran hijau kaya akan folat dan vitamin yang akan menurunkan risiko anak mengalami demensia di kemudian hari. Selain itu, sayuran hijau juga mengandung antioksidan dan membantu pertumbuhan sel-sel otak.
3. Buah
Sebagian besar buah mengandung serat dan nutrisi penting seperti kalium, vitamin A dan vitamin C. Jadikan buah sebagai camilan sehat untuk anak. Pisang, apel, pir, anggur, dan peach adalah contoh buah yang mudah dijadikan snack sehat untuk sehari-hari.
4. Yogurt
Yogurt bisa dijadikan pilihan sehat untuk makanan balita. Sebab, produk fermentasi susu ini merupakan sumber protein dan kalsium yang dibutuhkan untuk perkembangan tulang anak. Beberapa jenis yogurt juga mengandung bakteri baik untuk saluran pencernaan.Meski begitu, jangan sembarangan membeli yogurt. Sebab, banyak produk yogurt yang mengandung banyak gula, sehingga manfaatnya justru tertutupi. Untuk anak, pilihlah yogurt yang tawar dan jika ingin pemanis, tambahkan madu sebagai perasa.
5. Ikan
Salah satu jenis makanan balita yang sehat adalah ikan. Sebab, ikan mengandung vitamin D dan omega-3 yang akan melindungi otak dari gangguan daya ingat dan mental. Contoh ikan yang baik dikonsumsi balita adalah salmon, tuna, dan sarden.
6. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Kacang dan biji-bijian merupakan makanan yang kaya akan protein, asam lemak esensial, vitamin, dan mineral. Selain itu, kedua makanan ini juga baik untuk sistem saraf.Meski begitu, Anda tetap harus memperhatikan cara menyajikannya untuk anak. Jangan menyajikannya secara utuh, karena berisiko membuat anak tersedak. Sebaiknya. Olahlah menjadi bubur, selai atau saus.
7. Oatmeal
Oatmeal bisa menjadi menu sarapan sehat untuk anak. Makanan ini juga bisa diolah sebagai camilan menyehatkan yang lezat.Oatmeal baik untuk makanan balita karena tinggi akan serat, sehingga baik untuk pencernaan. Anda juga bisa mengolah oatmeal dengan susu, agar anak mendapatkan tambahan protein dan kalsium dari makanannya.
Pentingnya balita mengonsumsi makanan yang sehat
Saat anak tidak mau makan nasi, orangtua sebenarnya bisa menyiasatinya dengan memberikannya variasi lauk dan sayur, tanpa nasi. Sebab dengan begitu, anak akan menerima nutrisi yang lebih lengkap, seperti serat, protein, dan vitamin, dibandingkan hanya karbohidrat semata.Memenuhi variasi nutrisi penting untuk perkembangan anak, karena kebiasaan ini akan memberikan manfaat seperti:
  • Memberikannya energi dalam jumlah yang cukup
  • Meningkatkan daya pikir
  • Memperbaiki mood dan suasana hati
  • Menjaga berat badan anak agar tetap ideal
  • Mencegah munculnya gangguan mental di masa depan, seperti gangguan kecemasan, depresi, dan ADHD
Membiasakan anak mengonsumsi makanan cepat saji bisa berdampak buruk terhadap kesehatannya dalam jangka pendek maupun panjang. Dampak dari pola makan yang buruk akan terasa hingga anak dewasa, karena gaya hidup tersebut bisa sebabkan terjadinya obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.Jika mulai rutin mengonsumsi makan sehat sejak kecil, maka ia akan terbiasa melakukannya hingga dewasa. Langkah ini akan menurunkan risiko terkena penyakit kronis berbahaya yang telah disebutkan di atas.
Cara membiasakan anak balita untuk makan sehat
Agar anak bisa terbiasa mengonsumsi makanan balita yang sehat, berikut ini tips yang bisa diikuti orangtua.

 

Jadilah contoh yang baik untuk anak

  • Anak paling suka meniru orangtuanya, termasuk dalam hal makanan. Jadi, kalau ingin anak mengonsumsi makanan balita yang sehat, maka Anda juga perlu menjadi contoh langsung agar ia mau meniru kebiasaan makan sehat ini.

 Buat resep sehat jadi lebih kreatif

  • Anak mungkin akan sulit menerima makanan yang masih berbentuk dan terlihat seperti sayur. Jadi, sebagai strategi, Anda bisa mengolahnya menjadi bentuk yang lebih menarik, seperti mencampurkan sayur ke dalam daging atau memotongnya jadi bentuk bintang.

Jangan terlalu sering jajan

  • Makanan yang dimasak sendiri tentu lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya. Untuk memastikan anak menerima asupan yang sehat, maka sebaiknya olah makanan balita di dapur sendiri.

Ajak anak masak bersama

  • Melibatkan anak masak bersama bisa membuatnya lebih antusias untuk makan. Ia juga akan mengenal berbagai tekstur dan makanan yang baik untuk kesehatannya.Agar makanan balita yang disajikan di rumah bisa memenuhi kebutuhan gizi anak, maka orangtua perlu mengatur strategi yang baik. Kreasikan banyak menu untuk anak agar ia selalu menantikan waktu makannya dan tidak bosan dengan hidangan yang disajikan.
Selain itu, batasi juga konsumsi gula dan garam dalam makanan balita. Sebab, keduanya bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit berbahaya.