Makanan Bayi 8 Bulan Sesuaikan Dengan Perkembangannya

Resepmakananbalita.com – Bayi dapat diperkenalkan dengan makanan lunak yang dihaluskan. Selain itu, kamu juga bisa mulai membuat beragam finger foods, yaitu makanan lunak yang berukuran kecil atau makanan yang bisa dihabiskan dalam satu gigitan. Supaya lebih gampang saat digenggam dan dikunyah, sebaiknya potong makanan sampai berukuran kecil sebelum diberikan sebagai makanan bayi umur 8 bulan. Sayur dan buah yang dihaluskan, kurang lebih ¾ hingga 1 cangkir untuk sekali makan. Sayur dan buah yang dipotong kecil seperti: kentang, apel, mangga, dan pisang. Protein berupa ikan tanpa tulang, kacang, daging potong, daging unggas, kurang lebih 3-4 sendok makan untuk sekali makan.

Sereal yang diperkaya zat besi, sekitar ¼ hingga ½ cangkir tiap porsi. Keju yang dipotong kecil-kecil, atau kacang, lentil dan makaroni yang matang. Kamu bisa mencatat makanan apa saja yang telah diberikan pada anak dan apakah menimbulkan gejala alergi. Hal ini tentunya akan berguna untuk mengantisipasi reaksi alergi di kemudian hari. Reaksi alergi yang mungkin timbul ini biasanya ditandai dengan gejala muntah, diare, atau ruam. Kedelai, telur, gandum, ikan, susu, dan kacang-kacangan adalah contoh-contoh makanan yang paling sering memicu alergi. Selain itu, madu sebaiknya jangan diberikan dulu untuk menghindari risiko botulisme.

Ada banyak pilihan makanan bayi instan di supermarket, tak heran Anda malah jadi bingung harus memilih yang mana. Makanan bayi instan diberi label berdasarkan tingkat perkembangan bayi dan juga umur bayi. Jangan lupa periksa tanggal kadaluwarsa dan pastikan kemasan masih tersegel saat Bunda mau membelinya. Bunda tak perlu khawatir tentang kandungan garam pada makanan bayi instan, karena kebanyakan makanan bayi komersil tidak lagi menambahkan bahan ini.

Tapi waspadai makanan dengan tambahan gula. Banyak orangtua lebih memilih makanan bayi organik, meski harganya mahal, tapi banyak yang masih berminat karena ingin makanan bayi mereka bebas pestisida dan bahan kimia lain. Tapi banyak juga orangtua lain yang masih menggunakan produk komersil yang memenuhi standar. Makanan Bayi Instan, Awet Berapa Lama? Biasanya, makanan bayi instan dalam kemasan toples, biasanya barang impor, yang dibeli di toko mengandung unsur unggas, ikan, daging, atau telur, akan tetap segar di lemari pendingin selama 24 jam. Yang terbuat dari buah dan sayur bisa bertahan 2 atau 3 hari.

Makanan yang sudah dibuka kemasannya harus digunakan dalam 24 jam. Periksa labelnya ya Bun, kadang ada informasi berapa lama isinya tetap segar setelah dibuka. Anda bisa membekukan makanan bayi, tapi proses pembekuan akan mengubah konsistensinya. Gunakan makanan bayi beku dalam satu bulan untuk kualitas terbaik. Simpan makanan bayi di wadah bersih dan sisakan ruang di bagian atasnya. Sebelum menyimpan sisa makanan bayi di dalam kulkas, pastikan Anda tidak mencelupkan sendok bayi ke dalamnya saat menyuapi, ini bisa menimbulkan bakteri.

Daripada menyuapi bayi langsung dari wadah toplesnya, lebih baik tuang sebagian makanan ke dalam mangkuk dan suapi bayi dari sana. Bila perlu tambahan, gunakan sendok bersih untuk mengambil makanan ke dalam mangkuk. Hal yang sama berlaku untuk makanan bayi dalam kemasan kantong. Setelah selesai menyuapi, buang makanan yang tersisa di mangkok. Bila ada makanan tersisa di toples, pasang tutupnya dan simpan di kulkas. Anda juga bisa menyimpan sisa makanan instan dalam kemasan kantong di dalam kulkas selama bayi tidak menghisap langsung dari kemasannya, air liur bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri.

Jangan biarkan makanan bayi ada di suhu ruang lebih dari dua jam. Dibanding buah dan sayur yang dimasak sendiri, MPASI instan cenderung memiliki lebih banyak gula, sodium, kurang serat, dan harganya jauh lebih mahal. Meski makanan bayi kemasan menyebut tanpa tambahan gula atau garam, tapi tetap saja makanan ini adalah makanan yang diproses. Kebanyakan puree instan dibuat dari konsentrat yang dilarutkan oleh air. Masalah lain dari makanan instan untuk bayi adalah kandungan arsenik.

Sebuah laporan di Amerika Serikat menemukan kalau sereal nasi buatan pabrik untuk bayi mengandung bahan logam yang terbentuk alami, yang terbukti menyebabkan masalah kesehatan kronik, termasuk kanker. Badan perlindungan lingkungan Amerika menyarankan setiap orang mengknsumsi kurang dari 0,3 mikrogram inorganik arsenik per kilogram berat tubuh tiap hari. Dosis ini berdasarkan penelitian yang menghubungkan arsenik inorganik dengan masalah vaskular dan kulit. Ini artinya bayi dengan berat badan 18 pounds tidak boleh mengonsumsi lebih dari 2,45 mikrogram arsenik per hari. Dalam investigasinya, ada 3 sereal beras komersil untuk bayi yang diteliti dan ditemukan rata-rata ada 1,44 mikrogram inorganik arsenik pada satu sajian, yang berarti bayi yang mengonsumsi dua kali sajian per hari melebihi batas paparan arsenik yang dianjurkan.