Panduan Mengatur Makanan Sehat Untuk Bayi

Resepmakananbalita.com – Setiap orangtua pasti ingin memberikan makanan sehat untuk bayi yang tengah hadir di dalam keluarga. Banyaknya sumber makanan yang dapat dipilih keluarga untuk bayi mereka terkadang menyulitkan keputusan untuk menentukan makanan sehat untuk bayi yang dapat keluarga berikan. Banyak juga ibu yang tergoda meninggalkan pemberian ASI pada bayinya karena berpendapat bahwa makanan tambahan seperti susu formula maupun makanan padat lainnya merupakan makanan sehat untuk bayi mereka. Pemberian makanan sehat untuk bayi harus diperhatikan dari jenis makanan yang diberikan dan bentuk makanan yang diberikan. Secara garis besar, bayi membutuhkan nutrisi yang semua orang dewasa butuhkan, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Terutama, tambahkan makanan dengan kandungan asam amino, omega 3 dan DHA. Ikuti panduan yang dijabarkan dalam artikel ini untuk mengetahui segala sesuatu mengenai makanan sehat untuk bayi.

Berbicara mengenai makanan sehat untuk bayi, setiap ibu serta seluruh anggota keluarga diharapkan mengerti mengenai pemberian ASI bagi bayi. Mungkin Anda pernah mendengar mengenai program ASI Ekslusif. Karena banyak yang masih belum mengerti arti sebenarnya dari ASI eksklusif, artikel ini akan membantu menjelaskan apa itu arti ASI eksklusif, manfaatnya bagi bayi dan manfaatnya bagi ibu menyusui.

ASI ekslusif merupakan pemberian makanan berupa air susu ibu saja bagi bayi yang berumur 0 sampai 6 bulan. Jadi, selama 6 bulan pertama kehidupan, bayi tidak perlu mendapatkan tambahan makanan apapun selain ASI. Program ini diadopsi di seluruh dunia, meskipun aplikasi bulannya berbeda – beda per negara. Indonesia sendiri menyarankan ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan pertama kehidupan. Tentunya banyak alasan bermanfaat yang menjadi dasar dari program ASI ekslusif. Penelitian menyebutkan bahwa kandungan gizi dari ASI sudah mencukup semua kebutuhan gizi bayi. Bahkan ada beberapa nutrisi yang tidak dapat diberikan oleh susu formula mana pun. Dengan kata lain, bayi hanya akan mendapatkan nutrisi terlengkap dari ASI yang diberikan ibu. Beberapa manfaat ASI bagi bayi lainnya adalah mencegah penyakit infeksi pada bayi seperti diare, infeksi telinga, infeksi saluran napas, batuk dan pilek, alergi, radang selaput otak hingga leukemia atau kanker sel darah putih. Selain itu, ASI juga akan mengurangi risiko terjadinya obesitas pada bayi, meningkatkan kecerdasan atau IQ dan dapat mempererat ikatan emosinal ibu dan anak. Manfaat ASI tidak hanya berhenti sampai di situ saja.

Ibu menyusui pun turut mendapatkan beberapa manfaat berguna dari tindakan menyusui. Manfaatnya antara lain membantu ibu menurunkan berat badan, menurunkan risiko terjadinya kanker payudara, kanker indung telur serta risiko terjadinya perdarahan sehabis melahirkan. Ibu pun dapat menunda kehamilan berikutnya bila menyusui anak secara teratur, atau dengan kata lain menyusui dapat menjadi KB alami. Data menyatakan bahwa 98% ibu tidak akan hamil dalam waktu 6 bulan pertama menyusui, dan 96% tidak akan hamil dalam waktu 12 bulan pertama menyusui. Pemberian ASI pun dapat memberikan manfaat dari segi ekonomis kepada ibu karena dapat menghemat biaya untuk pembelian susu formula. Memberikan makanan sehat untuk bayi harus dibarengi oleh pemberian jenis makanan yang tepat mengikuti perkembangan umurnya. Ingat untuk tidak tergoda memberikan bayi Anda makanan padat sebelum melalui umur 6 bulan. Pemberian makanan padat yang bervariasi pada bayi berusia 6 bulan penting dilakukan untuk menjamin bayi mendapatkan nutrisi yang adekuat, mempersiapkan bayi makan makanan orang dewasa serta membiasakan bayi dengan makanan sehat sehari – hari yang harus ia makan di usia yang lebih besar. Permasalahan anak yang sulit makan biasanya terjadi karena pemberian makanan padat yang buruk, yaitu kurangnya variasi jenis makanan padat dan hanya memberikan bubur susu tanpa melibatkan makanan keluarga.

Baca Juga  : Beberapa Jenis Makanan Yang Baik Untuk Perkembangan Otak Anak

Seperti yang telah dijelaskan di atas, makanan sehat untuk bayi nomor satu dan paling penting adalah mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Pemberian ASI eksklusif akan menjamin bayi mendapatkan seluruh nutrisi yang diperlukannya, bahkan melampaui gizi dan manfaat susu formula apapun. Berikan makanan sehat untuk bayi berupa ASI saja selama 6 bulan pertama. Jangan tergoda memberikan bayi makanan padat sebelum menginjak umur 6 bulan karena dapat memberikan risiko masalah kesehatan. Mengapa ASI eksklusif hanya dicanangkan selama 6 bulan? Jawabannya karena kualitas ASI akan mulai menurun saat bayi menginjak usia 6 bulan, dan ini berarti bayi berusia 6 bulan ke atas akan membutuhkan makan pendamping ASI lainnya. Pada usia 6 – 8 bulan, makanan sehat untuk bayi yang terpilih adalah mulai memperkenalkan bayi pada makanan yang lebih padat dari ASI. Jenis makanan padat yang dapat diberikan ibu bayi bayi adalah bubur buah, bubur sayuran dan makanan berprotein. Contoh buah yang dapat dijadikan bubur adalah pisang, pear, apel dan alpukat. Contoh sayuran yang dapat Anda berikan adalah wortel, kentang, labu dan bayam. Anda dapat memilih cara pembuatan bubur seperti dikukus, direbus atau bahkan dipanggang sampai halus. Anda juga dapat mempergunakan blender untuk menghaluskan makanan ini.

Tambahkan cairan sebagai pelaruut misalnya ASI, susu formula atau air mineral. Dan bila anak Anda tertinggal dalam pertumbuhan di KMSnya, Anda dapat menambahkan satu sendok teh minyak wijen atau olive oil pada bubur makanannya. Untuk makanan dengan protein, Anda dapat memberikan daging ayam, ikan tanpa tulang dan kacang-kacangan. Sebelum dimasak atau dihaluskan Anda perlu memotong daging hingga sangat kecil sehingga nantinya akan menjadi halus bila dimakan bayi. Bila mau, Anda juga boleh memberikan hati kepada anak Anda sebagai sumber zat besi. Pada usia 8 – 10 bulan Anda harus tetap memperkenalkan makanan padat sebagai makanan sehat untuk bayi Anda. Jenis makanan yang dapat Anda berikan berupa sayuran dan buah – buahan, kuning telur (jangan berikan putih telur), makanan produk susu dan sumber protein lainnya. Penting sekali untuk terus memberikan buah dan sayuran kepada anak Anda karena akan memberikan asupan vitamin dan mikronutrien lain yang dibutuhkan bayi Anda. Pemberian daging dan hati pun perlu terus dilakukan demi terjaminnya asupan zat besi dan protein yang cukup. Pada usia ini, makanan produk susu seperti keju atau yogurt juga dapat menjadi sumber kalsium bagi bayi Anda. Berikan keju dalam potongan kecil agar bayi semakin mahir makan makanan padat.