Makanan Pendamping ASI Untuk Bayi

Makanan Pendamping ASI Untuk Bayi

Resepmakananbalita.com – Pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI pertama untuk bayi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari kesiapan makan Si Kecil, jenis makanan yang diberikan, hingga cara pemberian makanan pendamping ASI yang tepat. Pemberian MPASI pertama kepada bayi perlu dilakukan secara benar. Pasalnya, jika MPASI diberikan dengan jumlah, komposisi, dan waktu yang kurang sesuai, bayi justru bisa jadi susah makan. Akibatnya, asupan nutrisi bayi tidak tercukupi, sehingga kesehatan serta tumbuh kembangnya terganggu. MPASI pertama dapat diberikan ketika bayi berusia 6 bulan. Pada usia tersebut, sistem pencernaannya sudah cukup berkembang hingga bisa mencerna makanan padat dengan baik. Suka memasukkan tangan atau mainan ke dalam mulut.

Sudah bisa duduk dan menahan kepalanya dalam posisi tegak, walau masih membutuhkan sandaran untuk menahan tubuhnya. Tertarik saat melihat seseorang makan, misalnya dengan bersuara “aah” atau mencoba meraih sendok atau makanan yang sedang Bunda atau Ayah pegang. Adanya respons dari Si Kecil dengan membuka mulutnya saat diberikan makanan atau sendok. Dapat meraih makanan dan memasukkannya ke mulut. MPASI harus mengandung gizi seimbang agar dapat memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serta serat.

MPASI perdananya harus dimulai dengan makanan yang sudah dihaluskan atau bisa juga makanan encer yang sudah disaring. Secara bertahap, Bunda bisa mengubah tekstur makanan yang semula lebih encer atau cair menjadi semakin padat. Bubur khusus bayi atau sereal bayi adalah salah satu jenis MPASI awal yang praktis dan mudah dibuat. Untuk memperkaya asupan nutrisi Si Kecil, Bunda bisa mencampurkan bubur atau sereal bayi dengan ASI atau susu formula. Sesekali Bunda bisa memberikan Si Kecil sayur rebus atau kukus. Beberapa jenis sayuran yang baik untuk diberikan sebagai MPASI meliputi kentang, wortel, brokoli, dan ubi. Tidak cuma sayur, buah-buahan tertentu, seperti melon, apel, alpukat, pisang, dan pepaya, juga baik untuk diberikan sebagai MPASI untuk bayi. Finger food adalah makanan yang dipotong kecil hingga seukuran jari Bunda agar mudah digenggam dan dimakan oleh bayi. Bunda dapat memberikan Si Kecil potongan pisang atau avokad yang sudah matang sebagai finger food. Namun, finger food biasanya baru boleh diberikan kepada bayi mulai usia 9-12 bulan.

Jika sudah terbiasa mengonsumsi MPASI dan Si Kecil menikmatinya, coba berikan makanan lain, seperti nasi, roti, tahu, tempe, telur rebus, serta ikan dan daging. Jenis makanan ini sudah bisa diberikan kepada Si Kecil saat usianya 9 bulan. Yang perlu Bunda ingat, makanan tersebut tetap perlu dimasak hingga lunak atau dicincang halus agar Si Kecil lebih mudah memakannya dan tidak tersedak. Bunda juga dianjurkan untuk mengajari Si Kecil minum langsung dari cangkir atau gelas saat mulai memberikan MPASI. Hal ini akan melatih kemampuannya untuk minum, sekaligus baik untuk pertumbuhan giginya. Saat memberikan Si Kecil MPASI, Bunda disarankan untuk tidak menambahkan gula, garam, atau penyedap rasa. Awalnya, bayi diberi makan setidaknya 2-3 kali sehari, dengan 1 kali makanan selingan. Namun, setelah berusia 8-9 bulan, bayi sudah mulai bisa makan sebanyak 3 kali sehari. Pada usia 12 bulan ke atas, bayi sudah bisa untuk makan 3-4 kali sehari. Sedangkan jumlah MPASI awal yang disarankan adalah sekitar 2-3 sendok makan.

Selanjutnya, Bunda bisa memperbanyak porsi MPASI secara bertahap sesuai nafsu makan Si Kecil. Pemberian MPASI harus dengan cara yang responsif, artinya Bunda disarankan untuk memberikan MPASI ketika Si Kecil mulai lapar dan berhenti memberikannya ketika ia sudah mulai kenyang atau menolak untuk makan. Agar lebih mudah, Bunda disarankan untuk memberikan Si Kecil MPASI teratur sesuai jadwal makannya. Pengenalan makanan biasanya membutuhkan waktu yang tidak singkat. Oleh sebab itu, Bunda harus bersabar dan jangan memaksa Si Kecil untuk menghabiskan makanan. Bila kali ini ia tidak tertarik, cobalah lagi di lain waktu. Menyuapi bayi harus secara perlahan dan tidak terburu-buru, agar ia tidak tersedak. Bila Si Kecil menunjukkan minat untuk makan sendiri, berikan ia kesempatan sesekali untuk makan dengan tangannya langsung. Berikan pula berbagai variasi pilihan rasa dan jenis makanan sehat agar Si Kecil bisa mengenal lebih banyak rasa dan melatihnya agar tidak menjadi ‘pemilih makanan’. Pastikan juga makanan yang diberikan kepada Si Kecil selalu bersih, segar, dan tidak terlalu panas. Satu hal yang perlu Bunda pahami juga adalah bahwa MPASI ini bersifat pendamping dan bukan untuk menggantikan asupan ASI atau susu formula sebagai sumber nutrisi utama bayi sehari-hari. Oleh sebab itu, tetap susui Si Kecil hingga usianya 2 tahun.

5 Makanan Untuk ASI Pertama Paling Cocok Untuk Bayi 6 Bulan

5 Makanan Untuk ASI Pertama Paling Cocok Untuk Bayi 6 Bulan

Resepmakananbalita.com – Orangtua harus cerdas saat memberikan makanan sehat untuk anaknya. Hal ini mendukung tumbuh kembangnya hingga dewasa kelak. Banyak sekali jenis makanan pendamping ASI yang dapat diberikan untuk bayi 6 bulan. Si kecil harus mendapatkan asupan karbohidrat, protein, lemak baik, serat, dan mineral lainnya yang baik manfaatnya. Supaya Anda tidak bingung dalam memberikan makanan pendamping ASI tersebut, berikut beberapa jenis makanan pendamping ASI yang cocok untuk bayi 6 bulan yang boleh diberikan. Alpukat Alpukat adalah buah paling tepat untuk diberikan kepada bayi yang pertama kali mendapatkan makanan padat. Alpukat tinggi serat dan lemak baik, yang khasiatnya dapat mendukung perkembangan otak si kecil. Anda bisa melembutkan alpukat yang sudah dikerok, lalu bisa ditambahkan dengan ASI atau air biasa. Berikan makanan ini saat si kecil sarapan atau makan sore. Ubi jalar Jangan remehkan ubi jalar, meski dikenal sebagai makanan yang sederhana, bahan ini cocok diolah menjadi makanan untuk bayi. Ubi jalar kaya akan beta-karoten, yang diubah oleh tubuh menjadi vitamin A. Tentu bayi sangat membutuhkan nutrisi tersebut untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, serta menjaga penglihatannya agar tetap tajam.

Daging Saat memasuki usia 7 bulan, bayi Anda boleh diberikan aneka jenis daging, seperti ayam, kambing tau sapi. Daging merupakan makanan yang kaya sumber protein dan beberapa nutrisi lain, seperti besi, riboflavin, niacin, vitamin B6, dan seng. Anda bisa menambahkan daging cincang di mangkuk buburnya, lalu biarkan si kecil makan dengan lahap. Waspadai Sakit Kepala Buah bit Buah bit sumber asam folat yang baik, tinggi kalium dan beta-karoten. Pasti bayi akan menyukai bahan makanan ini. Anda bisa memberikannya sebagai finger food atau ditumbuk menjadi bubur yang bikin anak makan lahap. Yoghurt Yoghurt adalah sumber protein yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Selain itu, makanan ini juga kaya akan probiotik yang manfaatnya melimpah.

Kacang-kacangan dan biji-bijian terutama mengandung omega 3, yang sangat dibutuhkan anak untuk perkembangan otak yang sehat dan kecerdasan anak yang optimal. Kacang juga merupakan sumber serat tinggi. Tahu merupakan sumber protein, vitamin B, kalsium dan zat besi – yaitu semua nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak yang tepat dan kesehatan tulang. Yoghurt dikenal sebagai sumber bakteri baik atau yang dikenal dengan probiotik. Hal ini berperan penting untuk menjaga perut anak tetap sehat dan bebas masalah pencernaan atau diare. Bahkan kebanyakan yogurt mengandung kalsium lebih banyak dari secangkir susu. Yoghurt manis boleh digantikan dengan yogurt rendah lemak atau yogurt dengan sesendok madu dan ditaburi dengan buah segar. Yogurt harus menjadi bagian dari makanan harian anak. Buah tropis ini rasanya manis dan merupakan sumber vitamin C yang sangat baik, bermanfaat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan gigi dan gusi anak. Mangga hanya memberikan sekitar 100 kalori. Kita semua tahu bahwa susu merupakan sumber yang kaya akan kalsium. Tak perlu dikatakan lagi, susu menyediakan jumlah kalsium yang sehat dan penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat.

Baca Juga  : Tips Makan Bayi Umur 0-12 Bulan

Vitamin D dalam susu juga membantu untuk menyerap kalsium. Susu sapi menyediakan nutrisi lengkap untuk anak-anak karena merupakan susu yang rendah lemak. Kebanyakan anak tidak suka susu biasa, jadi Anda bisa memberikan kepada mereka susu dalam bentuk milk shake coklat, bunga nanas, minuman energi dll. Ikan berwarna merah muda ini merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik, dan penting untuk perkembangan otak dan kesehatan jantung. Selain itu, salmon juga mengandung protein berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak yang tepat. Ikan jenis ini juga rendah merkuri, jika dibandingkan dengan jenis ikan laut lain. Salmon bisa disajikan kepada anak-anak dalam bentuk burger salmon atau salmon panggang dengan bumbu. Ubi jalar adalah salah satu sayuran yang paling bergizi dan harganya murah. Hal ini kaya akan betakaroten, yang bermanfaat menjaga kesehatan mata dan merupakan antioksidan dalam tubuh. Anak – anak sering menyukaii ubi jalar karena rasanya yang manis alami danberwarna cerah. Ubi jalar dapat diolah menjadi makanan yang disukai anak-anak.

Wortel sudah sangat dikenal akan kandungan betakaroten, yaitu merupakan senyawa yang akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A. Vitamin ini juga merupakan antioksidan yang bermanfaat menjaga kesehatan mata dari efek radikal bebas. 25 sampai 35% dari kalori anak-anak harus disediakan dari lemak, terutama lemak tak jenuh. Alpukat merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal yang baik. Alpukat matang bisa dengan mudah tumbuk dan dicampurkan kedalam jus lemon dan garam untuk meningkatkan kalori. Alpukat harus diberikan kepada anak-anak sejak usia dini, sebagai asupan lemak yang sangat penting terutama pada tahun-tahun awal kehidupan mereka. Merupakan sumber biji-bijian yang rendah kalori dan lemak, popcorn dianggap sebagai makanan sehat bagi anak-anak. Karena makanan ini dibuat tanpa minyak, ini bisa sebagai pilihan yang bergizi di antara waktu makan. Hal ini dapat dicampur dengan bahan-bahan lain seperti buah kering atau kacang-kacangan agar menjadi makanan yang bergizi. Makanan bergizi adalah syarat penting bagi anak-anak agar tumbuh berenergi dan memperoleh nutrisi penting untuk perkembangan tulang dan otot mereka. Makanan rendah nutrisi seperti permen, minuman ringan dan keripik harus sangat dihindari untuk anak-anak. Diet seimbang bisa diberikan kepada anak dengan cara mendorong mereka untuk makan berbagai macam makanan yang menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Diet bergizi bisa mengurangi banyak masalah kesehatan dan meningkatkan stamina untuk anak.